South Korea

Rincian Biaya Perjalanan ke Korea Selatan

Nah ini yang ditunggu-tunggu. Setelah membaca itinerary gw selama di Seoul, pasti banyak yang bertanya-tanya perjalanan ke Seoul habis berapa sih? Katanya biaya hidup di Seoul mahal, harus menyiapkan uang berapa juta ya? 

Tujuan tulisan ini adalah untuk memberi bayangan anggaran bagi yang berencana liburan ke Seoul namun masih bingung harus menabung berapa banyak, sekaligus menjadi catatan gw, siapa tau nanti ke Korsel lagi, bisa lebih strategis lagi untuk mengatur keuangannya.  So, langsung saja yuk disimak!

Tiket Pesawat

Bisa dibilang saat ini wisata ke Korea Selatan sedang menjamur. Banyak sekali tiket pesawat yang dijual dengan harga yang menarik dari berbagai macam maskapai penerbangan. Tinggal preferensi kita saja mau memilih jenis penerbangan yang seperti apa. 

Buat gw, perjalanan ke Korsel termasuk perjalanan yang panjang, yaitu sekitar 7 jam, otomatis pengen donk cari maskapai penerbangan yang nyaman tapi tetap terjangkau harganya, serta lengkap dengan fasilitas in-flight meal dan bagasi. 

Pilihan utama memang Garuda Indonesia, jadi ketika bulan April lalu diadakan Garuda Indonesia Travel Fair di JCC, mulailah hunting tiket ke Korsel. Akhirnya dapat dengan harga Rp4,040,000 untuk pulang pergi. Harga ini sudah dibilang cukup murah ya, dibanding dengan harga normal yang dijual mulai dari Rp6 jutaan dengan maskapai Garuda Indonesia. Bagi yang suka berpergian menggunakan low cost carrier bisa mendapatkan harga lebih murah juga, namun biasanya belum termasuk bagasi dan terdapat beberapa jam untuk transit.  

Total pengeluaran tiket PP: Rp4,040,000

Visa

Visa ke Korsel untuk Single Visa (kunjungan dibawah 90 hari) Rp544,00 dan Multiple Visa (berlaku untuk 5 tahun) Rp1,224,000 (tergantung kurs saat kalian mengajukan ya). Bisa diurus sendiri langsung ke kedutaan besar Republik Korea Selatan, untuk syarat dan ketentuannya silahkan baca di sini. Kalau mau baca-baca pengalaman urus visa ke Korsel sendiri, bisa dibaca nih blog teman gw di sini.

Dan bagi kalian anak kantoran yang minim waktu cuti untuk mengurus sendiri seperti gw, bisa mencoba jasa pembuatan visa dengan jasa tour. Gw mempercayai Dwidaya Tour untuk pembuatannya, tinggal kirim berkas dan visa dikirim langsung ke kantor. No ribet no worry. Harga jatohnya pasti lebih mahal yak. Bisa dicek syarat dan ketentuannya di sini.

Total pengeluaran visa: Rp759,300

Penginapan

Preferensi penginapan buat gw saat ini adalah mencari yang harganya lumayan murah dan dekat dengan halte transportasi bus/subway. Jenis penginapan yang gw pilih adalah dormitori. Kenapa? Tujuannya sih karena gw pergi sendiri jadi biar bisa kenalan sama para pelancong lainnya. Dormitori biasanya berisi 4-6 orang per kamar, jadi bagi kalian yang belum nyaman tidur sekamar dengan orang asing, bisa cari penginapan jenis guesthouse atau hotel.

Gw menginap di Yolo Female Dormitory Hostel yang berisi 3 kasur tingkat dalam satu kamar. Dilihat dari fasilitasnya udah fix ini bakal jadi tempat tinggal gw selama di Seoul. Setidaknya tempatnya aman, bersih, ada mesin cuci, ada dapur, kulkas, tersedia obat-obatan, loker barang, dan tentunya privasi perkasur yang nyaman.

Sambil tiduran, sambil melihat orang-orang lalu-lalang di daerah Hongdae

Ya namanya kamar berbagi dengan orang asing, ada enak dan ga enaknya ya. Enaknya bisa kenalan dengan pelancong lainnya dan nambah teman, dan yang ga enaknya itu harus menjaga ketertiban masing-masing. Misalnya, kaya kalau nelpon malam-malam jangan terlalu kencang, kamar mandi dibersihkan kembali setelah pakai, pasang alarm jangan lupa dikecilkan suaranya, dan wajib mengikuti aturan yang sudah ditentukan untuk kenyamanan bersama. 

Pas di cek, parabotnya merek IKEA semua nih

Selama 5 hari, harga penginapan gw habis KRW 100,000 (Rp1,340,000). Pemilik penginapannya, Taesong, ternyata baik banget walaupun kalau diajak ngobrol jawabnya suka kaku. Tapi doi siap sedia kalau kita membutuhkan apapun di penginapan. Waktu gw sih sempet wc-nya mampet karena ada penginap yang buang tissue di kloset (huufftt), lalu Taesong datang menyelamatkan dan semua kembali dengan normal. Trus kata Taesong, kalau mau datang kesini lagi, langsung book via Whatsapp aja biar dapet harga diskon heheh SIP DEH!

Total pengeluaran penginapan: Rp1,340,000

WIFI

Walaupun gw baca-baca dari blog kalau di Korsel tuh wifi sudah ada dimana-mana dan tidak perlu khawatir untuk mencari sinyal, tapi tetap saja koneksi internet buat gw penting banget. Mencari rute atau referensi tempat baru secara dadakan itu perlu koneksi internet yang segera, ga bisa nunggu mencari-cari sinyal dulu ke cafe atau taman.

Gw menyewa modem internet di Passpod. Harga perhari untuk di Korsel seharga Rp60,000, jadi dikalikan 4 hari = Rp240,000. Oh ya jangan lupa ada uang deposit seharga Rp500,000, yang akan dikembalikan saat modemnya sudah diterima oleh staff passpod. Modem Passpod bisa diambil/dikembalikan di bandara maupun dikirim ke kantor/rumah kalian dan juga bisa di drop-off di Alfamart terdekat. Bisa dicek di sini yaa.

Total pengeluaran WIFI: Rp240,743

Saat berada di Seoul

Bisa dibilang gw selama di Seoul pengeluaran untuk transportasi dan wisata termasuk hemat. Karena banyak jalan kaki, dan banyak tempat wisata yang gratis. Pengeluaran paling banyak adalah untuk belanja dan oleh-oleh. Jadi ya buat kalian yang ga suka belanja, berbahagialah karena pasti akan hemat. Mulai dari sini, kurs 1 KRW = Rp13,7.

Transportasi 

Transportasi di kota Seoul ada taxi, bus, dan subway. Dimana-mana kalau taxi pasti tarifnya lebih mahal, apalagi gw ga ada teman untuk berbagi ongkosnya, jadi pilihan transportasi yg paling gw andalkan adalah Subway dan bus. Subway di Seoul terdapat 22 lines, kalau melihat peta rute Subway pasti sudah muak duluan deh hahah. Kira-kira seperti ini:

Pusing pala barbie!

Astagaaa.. amsyong kan banyak banget pemberhentiannya. Nah, daripada membuang waktu mencari-cari secara manual, mereka mengeluarkan aplikasi handphone untuk panduan naik Subway. Nama aplikasinya untuk android Subway Korea oleh Malang.

Jadi bisa dicari tuh kalau kita misalnya dari Hongdae Station mau ke Angguk Station, bisa dikasih tau harus naik kereta line berapa dan transit dimana, jadwal kedatangannya serta tarif perjalanannya.

Pembayaran tarif perjalanan untuk subway dan bus bisa menggunakan T-money. T-money adalah kartu yang berisi uang elektronik, dimana untuk pembayaran hanya dibutuhkan menge-tap ke alat pembayarannya. Yak semacam kartu e-money, flazz, brizzi dll namun lebih universal. Dengan menggunakan T-money, tarif ongkos jadi lebih murah dibandingkan dengan membeli satuan dengan uang tunai. Kalian bisa beli T-money di minimarket manapun, gw waktu itu belinya di CU bandara Incheon, jadi pas keluar gate belok sebelah kiri langsung ada tuh minimarket. Untuk pengisian ulang T-money bisa dilakukan di minimarket, supermarket, maupun di mesin-mesin yang terdapat di stasiun subway. 

CU yang berada di Bandara Icheon
Pembelian/pengisian ulang T-money juga bisa dari mesin T-money yang biru ini, terdapat di stasiun subway

Untuk pertama kali beli kartu seharga KRW 4,000 (Rp54,800) dan gw top-up uang di T-money sebanyak KRW 50,000 (Rp685,000). Semua cukup untuk perjalanan subway bolak-balik, bus maupun tiket PP Arex kereta pulang ke Incheon International Airport. 

Total Rp739,800 

Tiket Atraksi

Bagian ini lebih ke pengeluaran yang gw pakai untuk masuk ke tempat wisata, naik shuttle car, maupun sewa Hanbok, baju tradisional Korea.

Kalau diingat-ingat lagi, gw cuma bayar masuk ke tempat wisata Deoksugung Palace seharga KRW 1,000 (Rp13,700), sisanya gw masuk gratis karena memakai Hanbok seperti ke Gyeongbokgung Palace.

Sewa Hanbok rata-rata perjam. Waktu itu, gw mengincar sewa Hanbok di One Day Hanbok, di daerah sekitar Angguk Station. Harga pemakaian untuk 2 jam KRW 15,000 (Rp205,500). Tapi pas sampai di sana sekitar jam 10 pagi, ternyata yang didahulukan masuk adalah yang telah melakukan reservasi secara online, jika tidak harus menunggu waiting list selama 1 jam. Halaahh… sedih akutu.

Akhirnya setelah jalan menuju Gyeongbokgung Palace, gw menemukan tempat sewaan di sekitar situ yang harganya ga jauh beda dan dapet diskon pula hehe. Jadi penyewaan Hanbok gw untuk 4 jam sebesar KRW 15,000 (Rp205,500). Wiii dapetnya jadi lebih muraah kan!

Tempat sewa hanbok yang berada di sebelah kiri Gyeongbokung Palace

Selain itu, pengeluaran untuk transportasi tempat wisata termasuk shuttle car di Haneul Park sebesar KRW 3,000 (Rp41,100) PP dan Namsan Cable Car sebesar KRW 9,500 (Rp130,150) untuk pulang pergi.

Total: Rp390,450

Makan

Bisa dibilang buat gw, makanan korea is the best! Emang pada dasarnya gw ga begitu ribet soal makanan, jadi rasanya pengen dilahap semua, dan memang makanan korea buat gw favorit banget deh hahah. Kendalanya adalah kalau di Korea buat gw harus berhati-hati apakah makanan ini mengandung daging babi atau semacamnya, jadi tetep aja belum semua bisa gw lahap.

Harga makanan di restoran menurut gw agak mahal ya, misalnya seporsi ramyeon harganya KRW 8,000 – 10,000 (Rp109,600-Rp137,000). Iya memang kalau udah dikonversikan ke Rupiah, terasa mahal banget yaa… Padahal menu dengan harga segitu itu bisa dibilang paling murah dibandingkan dengan makanan lainnya. Bisa dibayangin donk berapa banyak Won yang harus gw keluarkan untuk makan daging bakar…?? (Untungnya ga sepeserpun, karena gw sempet ditraktir makan daging gratis uwuuu)

Wuiihh rezeki anak solehah 😀

Karena makan di restoran agak mahal, jadi strategi gw mengatur keuangan untuk makanan adalah setidaknya sehari makan di restoran cukup sekali. Sisanya? Makan Kimbab 😀 Kimbab itu semacam nasi gulung yang isinya bisa sayuran, daging, telor, kimchi dsb, digulung dengan lembaran nori. Mirip-mirip sushi ya tapi porsinya lebih banyak. Gw beli Kimbab di 7-11 seharga KRW 1,980 (Rp27,126). Satu aja udah kenyang banget, kaya makan satu porsi nasi dan lauk aja.

Penampakan Kimbab yang beli di 7-11, lengkap dengan informasi jumlah kalori yang terkandung di dalamnya.

Selain itu, gw jg dibekelin sambal paruh dari teman kantor (thanks mba gal, love you), jadi modal makan siang bisa hanya beli nasi cup di 7-11 lalu dipanaskan dengan microwave di penginapan. Jadi total keseluruhan untuk makan gw selama 5 hari di Seoul adalah Rp482,925.

Belanja

Nah, di sini nih alokasi dana jebol gara-gara belanja ini itu. Selembar KRW 50,000 (Rp685,000) itu ga kerasa banget ya habisnya. Tiba-tiba 4 lembar sudah habis aja hiks. Belanja skincare, makanan, kosmetik sampai oleh-oleh gw habis sekitar KRW 207,900 (Rp2,848,230). Dan pas gw balik ke Indonesia, gw merasa belanjaan gw cuma segini doank nih? Kok kaya ga puas ya, padahal udah habis duit segitu untuk belanjaan tersebut. Yah.. maklum belanja di Seoul bukan seperti belanja di Bangkok, yang bisa bikin koper beranak gara-gara belanjaannya kebanyakan.

Total pengeluaran belanja: Rp2,848,230

Kalau dijumlahin semua, pengeluaran gw untuk perjalanan ke Korsel menghabiskan sebesar Rp10,841,446. Pheew!

Okee, semoga kalian ga bosen ya bacanya, kalau bosen bisa langsung lihat infografik dibawah ini aja deh. Sebagai rangkuman berikut ini adalah rincian pengeluaran gw selama melancong di Seoul 5 hari 4 malam:

Setiap orang punya preferensi gaya liburan masing-masing, selamat bereksperimen untuk mengalokasikan dananya dan bagi kalian yang berencana pergi ke Seoul, jangan lupa menikmati perjalanannya yaa!

Cukup sekian dan terima kasih!

Ditunggu ya catatan perjalanan gw selanjutnya! Chau!

You may also like...

1 Comment

  1. gila belanja yang bikin jebooool

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *