South Korea

Haneul Park yang Instagrammable (Part 4)

안녕하세요!
Kali ini gw mau menulis tentang kunjungan gw ke Haneul Park. Sebenarnya kunjungan ke Haneul Park itu ide dadakan dan tak terencana sampai gw harus balik lagi ke dua kalinya ke tempat ini untuk menikmatinya.

13 Oktober 2018, setelah menikmati istirahat di penginapan yang cukup panjang, gw memutuskan untuk pergi ke Haneul Park yang berada di dekat Seoul World Cup Stadium. Secara pribadi, gw seneng banget pergi ke tempat-tempat yang menyuguhkan keindahan alam seperti ke taman yang luas dengan banyak pepohonan. Rasanya tuh tenang banget, bikin hati adem (tsaah). Setelah sedikit meriset, menuju Haneul Park menggunakan Subway, dari area penginapan gw di Hongik University Station, hanya butuh transit 1 kali saja di Hapjeong Staio, lanjut dengan kereta line orange (no.6) lalu turun di World Cup Stadium Station.

Saat itu sabtu sore, 10 menit berdiri menunggu di peron kereta di stasiun transit Hapjeong, gw sudah membatin “ini kok tiba-tiba jadi banyak orang gini ya?”. Kalangan anak muda pakaian yang modis, ibu-ibu dan bapak-bapak dengan pakaian hiking mereka, sampai kakek-nenek pun ikut mengantri menunggu kereta yang tak kunjung datang. Setelah memasuki kereta, ternyata sekelompok manusia ini pun keluar bebarengan di World Cup Stadium Station. Asumsi gw adalah pasti mereka setidaknya akan pergi ke taman-taman yang berada disekitar situ, termasuk Haneul Park (agak sok tau sih).

Keluar stasiun, langsung terlihat megahnya Seoul World Cup Stadium

Sesampainya di depan Seoul World Cup Stadium, gw belum tau persis dimana lokasi Haneul Park berada. Hanya berbekal peta digital, gw mencari jalan sambil menuju tujuan. Ternyata di depan gw banyak banget orang yang berjalan dengan arah tujuan yang sama, daripada menghabiskan batre handphone, mending ikutin mereka aja deh – ujar hati kecilku ini – siapa tau mereka ada yang pergi ke Haneul Park juga (sok tau part 2) .

Ngikutin yang ganteng-ganteng aja dulu, siapa tau bisa ditanya kalau tersesat di jalan :p

Ternyata berjalan kaki mengikuti rombongan manusia (ganteng) lumayan jauh juga ya perjalanannya. Ini hebat banget sih orang-orang Korea, mau yang muda atau yang sudah tua, kemana-mana sukanya jalan kaki. Coba kalau di Jakarta, dikit-dikit pesan ojol (maklum Jakarta panas dan berdebuuuu). Semakin lama, rombongan di depan gw berubah menjadi pasangan ABG dengan baju yang serasi sedang bergandengan tangan sambil ketawa ketiwi. Astaga.. ternyata ini malam minggu pemirsa.. jadi jangan heran deh kalau public display affection di kota Seoul ini bertebaran dimana-mana. Yang jombs mohon maaf jangan pada baper yak :p

Semakin mendekati tujuan, entah kenapa gw merasa tempat ini mulai sesak dengan lautan manusia. Mohon maaf nih, gw termasuk orang-orang yang tidak menyukai keramaian, suka pusing sendiri kalau berada di lautan manusia terlalu lama. Tapi karena belum sampai tempat tujuannya, gw berusaha tetap menelusuri jalan menuju Haneul Park.

Coba perhatikan tangga-tangga menuju bukit di atas, yak itu jalan menuju Haneul Park

Sesampainya di jembatan biru, gw baru mempertanyakan sesuatu. Ini orang-orang bener kan menuju Haneul Park? HAHAHAH TIBA-TIBA INSECURE. Karena yang gw lihat adalah itu lautan manusia terus bergerak sampai ke ujung bukit di atas. Kemudian gw cek internet lokasi Haneul Park, bener kok arahnya, gw ga salah kok mengikuti para manusia itu. Ternyata baru gw sadari arti kata “Haneul” adalah langit. Jadi ga heran donk kalau lokasi taman itu berada di “atas”. Pening kepala pening. Udah berjalan lumayan jauh di antara lautan manusia, lalu melihat Haneul Park yang berada di dataran tinggi mengharuskan berjalan lagi ke atas, bikin mental gw jatoh sejatoh-jatohnya. Tersedia juga shuttle car juga di situ sih, tapi pas gw mencari loket tiketnya, antrian sudah panjang sekali. Ada kali sekitar 100meter. Ojol mana ojol…

Gw cari tahu kenapa ini banyak banget orang yang mau ke Haneul Park sore ini, dan jawabannya adalah karena ada “Seoul Silver Grass Festival”, dengan berbagai rangkaian acara seperti panggung musik, spot berfoto ria, dan tentunya menikmati ilalang yang berwarna keemasan sambil menunggu matahari terbenam. Festival ini hanya diselenggarakan setahun sekali, dan tahun ini bertepatan dengan kunjungan gw ke Seoul, diadakan pada tanggal 12-18 Oktober 2018.

Woalaah.. seru sih sepertinya, tapi gw salah strategi nih datang pas jam puncaknya kedatangan orang-orang. Gw menyerah dan akhirnya berbalik arah menjauhi rombongan manusia untuk kembali ke itinerary gw sebelumnya, yaitu ke Namsan Seoul Tower. Kembali ke World Cup Stadium, gw mencari jalan yang berbeda dari arah kedatangan gw, dan ternyata jalanan ini lebih sepi dan lebih deket. Kira-kira seperti ini lah ya rutenya menuju Haneul Park dari World Cup Stadium (warna ungu) dan pulangnya (warna hijau):

Ya.. beda dikti sih jaraknya, tapi gw merasa perjalanan balik itu lebih cepet sampainya.
BTW tanda kotak merah itu tempat loket Shuttle car.

14 Oktober 2018.
Minggu pagi gw masih penasaran sama Haneul Park. Setelah sarapan secukupnya, gw masih bertekad mengunjungi tempat itu setelah kemarin sore gagal. Berangkat lebih awal dari penginapan, sesampainya di World Cup Stadium Station jam 10 pagi, gw dengan percaya diri menelusuri rute terdekat yang gw temukan kemarin.

Hai jembatan biru di sebelah kiri nun jauh disana

Tanpa ba-bi-bu, setelah menyebrang jalanan di atas, gw langsung mendekati loket shuttle car, yang lokasinya tidak jauh dari situ, untuk membeli tiket PP naik ke Haneul Park (iya, bukan manja tapi demi menghemat energi dan waktu gw). Beli tiketnya sih ga begitu ngantri, tapi antrian untuk menaiki mobilnya panjang juga. Untungnya pas Ahjumma penjual tiket nanya ke gw “1 person?” dan gw menggangguk, doi langsung membawa gw ke barisan terdepan antrian mobil dan berbicara dalam bahasa korea ke Ahjussi penjaga antriannya. Kira-kira seperti ini “Nanti kalau ada kursi kosong, dia sendirian kok”. Dan ternyata begitulah, gw naik karena ada satu kursi kosong yang nanggung, karena antrian berikutnya paketan 2-4 orang. Hihihi Byee antri-antrian!

Sekali lagi gw salut banget sama orang-orang Korea yang suka jalan banget. Trekking ke Haneul Park dengan berjalan kaki itu lumayan berat loh karena jalanannya itu nanjak. Bisa menghabiskan 40 menit sendiri dan pastinya mengeluarkan beribu-ribu kalori dan lemak tubuh. Sedangkan gw, yang melewati mereka dengan shuttle car hanya bisa terenyuh malu sambil memegang bongkahan lemak yang ada di perut gw ini. Pantesan aja ini gw ga kurus-kurus.

Sesampainya di atas, akhirnya tiba juga ke Haneul Park yang bikin rasa penasaran gw terobati. Jadi ada apa sih disana? Kalau gw bilang “cuma ada ilalang”, kalian gregetan ga sih udah baca panjang-panjang perjuangan gw kesana cuma mau lihat tanaman ilalang? “Ya elaahh itu di BSD belakang rumah gw juga banyak tuh ilalang” sebut saja komentar dari Mawar. Hmmm.. tapi jangan kecewa, karena menurut gw datang ke sini tidak sia-sia!

Tulisan “Haneul Park” dalam Hangul

Well, memang Haneul Park itu terdiri dari tanaman ilalang, tapi kepikiran ga sih, 27 tahun yang lalu, tahan seluas ini pernah menyimpan 92 juta ton sampah dan sekarang tanah itu jadi bersih dan tertanam tanaman ilalang? Bayangin aja Bantar Gebang tiba-tiba disulap menjadi tempat wisata turis internasional! Kerja keras banget itu sih.

Haneul Park ini ternyata sangat cantik jika di kunjungi saat musim gugur, karena warna tanamannya cenderung berwarna keemasan, jadi kalau berfoto-foto di sini jadi instagrammable banget! Makanya diadakan lah itu Seoul Silver Grass Festival, untuk merayakan keindahan taman Haneul Park yang bisa dinikmati oleh seluruh kalangan manusia (sebentar, ini katanya Silver Grass tapi warnanya kan emas? Piye toh?).

Pagi itu udara sangat sejuk, dan matahari walaupun cerah tidak membuat gw kepanasan. Yang datang pada Minggu pagi ini kebanyakan keluarga dan pasangan kakek-nenek yang sedang berolahraga menggelilingi Haneul Park. Ah, suasanya enak banget deh, tenang, damai, didukung oleh angin sepoi-sepoi dan udara dingin. Mungkin suasana tidak akan seperti ini kalau gw kemarin ke sana dengan lautan manusia itu.

Tanaman Eulalia

Sebagai tambahan informasi, World Cup Park itu terbagi menjadi 5 bagian taman; Pyeonghwa(Peace) Park, Haneul (Sky) Park, Noeul (Sunset) Park, Nanjicheon Park, dan Nanji Hangang Park. 

Di setiap taman, mereka mempunyai konsepnya masing-masing. Seneng deh bisa berkunjung ke taman-taman yang berada di sekitar sana, walaupun beberapa hanya dilewati oleh shuttle car, tapi melewati jalanan yang rindang itu sudah cukup membuat hati gw adem dan tidak ada penyesalan sudah jauh-jauh sampai ke Haneul Park. Memang benar, kalau taman itu bisa membuat penduduknya bahagia.

Tulisan “World Cup Park” dalam Hangul
Ini di Pyeongwha Park, dimana anak-anak dan keluarga bisa bermain sambil berpiknik

Perjalanan balik menuju World Cup Stadium melewati parkiran yang sepi dan tenang, gw disuguhkan dengan pemandangan ciamik pohon-pohon yang sedang berubah warnanya. Duuh kapan lagi gw bisa melihat pohon dengan warna-warna secantik ini. Seneng banget deh pokoknya!

Percaya deh, melihat langsung keindahan dengan mata kepala sendiri itu sangat berarti dibandingkan hanya melihatnya dari gambar. Dan dengan ini, berakhir pula perjalanan gw mengunjungi Haneul Park. Gw balik dengan senyuman puas dan berlanjut perjalanan gw ke daerah Itaewon mencari pusat perpaduan budaya-budaya asing di kota Seoul. Simak catatan perjalanan selanjutnya yaa!

Ditunggu ya catatan perjalanan selanutnya! Chau!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *